Kepemimpinan Kim Jong Un di Korea Utara membatasi akses warganya terhadap informasi dari luar, khususnya teknologi internet. Tapi ada organisasi yang secara aktif berusaha mengubah keadaan, melalui sebuah kampanye “Flash Drive untuk Kebebasan”, yakni The Human Rights Foundation.
Flash drive yang diselundupkan akan menjadi sumber media dan diisi budaya pop asing ke Korea Utara, seperti film dan acara TV dari Korea Selatan dan dunia barat, dengan begitu diharapkan warga Korea Utara akan dapat melihat apa yang terjadi di dunia luar. Sebelumnya telah diketahui acara TV Amerika seperti 'Friends' dan 'Desperate Housewives' rupanya menjadi favorit di Korea Utara.
Akibat larangan media yang ketat dilakukan Kim Jong Un, membuat The Human Rights Foundation—organisasi nonprofit menghimpun sumbangan berupa dan flash drive dari seluruh Amerika Serikat. Tetapi LSM ini tidak sendiri, mereka dibantu North Korean Strategy Center yang berbasis di Korea Utara.
Flash drive yang berisi acara asing tersebut juga termasuk di dalamnya terjemahan berbahasa Korea, pengetahuan dari halaman Wikipedia, dan bahkan wawancara dari para pembelot Korea Utara.
Aksi ini memang berbahaya, tapi koalisi keduanya tetap berupaya menyelundupkan flash drive ke wilayah Korea Utara, bahkan telah mempersiapkan anggaran untuk membayar suap dan meyakinkan para pejabat di Korea Utara, guna memuluskan urusan transportasinya.
Flash drive menjadi alat memasukan teknologi dan budaya asing, tetapi meskipun demikian, kampanye Flash Drive untuk Kebebasan diharapkan membuka akses ke beberapa informasi untuk pengetahuan politik bagi warga Korea Utara.
“Masing-masing acara memiliki potensi secara harfiah dalam mengubah hidup seseorang,” kata Human Rights Foundation Chief Strategy Officer, Alex Gladstein kepada pers, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends, Kamis (11/2/2016).
Sejauh ini, North Korean Strategy Center telah mampu menyelundupkan antara 3.000 hingga 5.000 flash drive di perbatasan setiap tahunnya. Dengan dukungan dari organisasi dan kelompok aktivis Korea Utara lainnya, kampanye ini berharap bisa menyelundupkan lagi sebanyak 2.000 flash drive dalam sebulan, selama tiga tahun ke depan.
Jerukers, dengan mendengar berita ini, maka sudah sepatutnya kita mensyukuri bisa hidup di negara demokrasi, di mana kita bisa memperloleh informasi apapun yang kita butuhkan di Tanah Air.
(KV/KV)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar