Sabtu, 13 Februari 2016

INGIN GULINGKAN DIKTATOR, LSM INI BERJUANG SELUNDUPKAN RIBUAN FLASH DRIVE KE KOREA UTARA

Kepemimpinan Kim Jong Un di Korea Utara membatasi akses warganya terhadap informasi dari luar, khususnya teknologi internet. Tapi ada organisasi yang secara aktif berusaha mengubah keadaan, melalui sebuah kampanye “Flash Drive untuk Kebebasan”, yakni The Human Rights Foundation.
Flash drive yang diselundupkan akan menjadi sumber media dan diisi budaya pop asing ke Korea Utara, seperti film dan acara TV dari Korea Selatan dan dunia barat, dengan begitu diharapkan warga Korea Utara akan dapat melihat apa yang terjadi di dunia luar. Sebelumnya telah diketahui acara TV Amerika seperti 'Friends' dan 'Desperate Housewives' rupanya menjadi favorit di Korea Utara.
Jeruknipis News Image 131187684493677263834413738089.jpgPada dasarnya pembatasan media dan informasi dari luar yang dilakukan Kim guna mencegah masuknya propaganda tentang kemiskinan dari pihak asing. Hal ini menurut beberapa organisasi hak asasi manusia (HAM) di dunia, warga Korea Utara menjadi tidak menyadari situasinya sendiri, sehingga warganya seperti terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan. Ini adalah bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Akibat larangan media yang ketat dilakukan Kim Jong Un, membuat The Human Rights Foundation—organisasi nonprofit menghimpun sumbangan berupa dan flash drive dari seluruh Amerika Serikat. Tetapi LSM ini tidak sendiri, mereka dibantu North Korean Strategy Center yang berbasis di Korea Utara.
Flash drive yang berisi acara asing tersebut juga termasuk di dalamnya terjemahan berbahasa Korea, pengetahuan dari halaman Wikipedia, dan bahkan wawancara dari para pembelot Korea Utara.
Aksi ini memang berbahaya, tapi koalisi keduanya tetap berupaya menyelundupkan flash drive ke wilayah Korea Utara, bahkan telah mempersiapkan anggaran untuk membayar suap dan meyakinkan para pejabat di Korea Utara, guna memuluskan urusan transportasinya.
Flash drive menjadi alat memasukan teknologi dan budaya asing, tetapi meskipun demikian, kampanye Flash Drive untuk Kebebasan diharapkan membuka akses ke beberapa informasi untuk pengetahuan politik bagi warga Korea Utara.
“Masing-masing acara memiliki potensi secara harfiah dalam mengubah hidup seseorang,” kata Human Rights Foundation Chief Strategy Officer, Alex Gladstein kepada pers, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends, Kamis (11/2/2016).
Sejauh ini, North Korean Strategy Center telah mampu menyelundupkan antara 3.000 hingga 5.000 flash drive di perbatasan setiap tahunnya. Dengan dukungan dari organisasi dan kelompok aktivis Korea Utara lainnya, kampanye ini berharap bisa menyelundupkan lagi sebanyak 2.000 flash drive dalam sebulan, selama tiga tahun ke depan.
Jerukers, dengan mendengar berita ini, maka sudah sepatutnya kita mensyukuri bisa hidup di negara demokrasi, di mana kita bisa memperloleh informasi apapun yang kita butuhkan di Tanah Air.
(KV/KV)

Sabtu, 06 Februari 2016

Gawat! Bobol Passcode iPhone Sangat Mudah Dengan Alat Ini

Jeruknipis News Image 466153925867194157678557584029.jpgiPhone memang dikenal dengan tingkat keamanannya yang cukup tinggi, beragam ancaman bisa dituntaskan dengan mudah oleh perusahaan milik mendiang Steve Jobs ini. Namun ternyata, sebuah ancaman serius kini kembali lagi didengungkan perihal keamanannya yang terlampau mudah dibobol. Benarkah begitu?
Hal ini tersebut muncul lantaran David Bauer selaku  Salah satu agen dari Department of Homeland Security pemerintah Amerika Serikat mengatakan, untuk membobol 4 digit passcode iPhone sangatlah mudah dengan durasi paling lama hanya 17 Jam saja. Demikian sebagaimana dikutip JerukNipis dari PhoneArena, Senin, (28/12/2015).
David menegaskan hanya bermodalkan perangkat seharga Rp 1 jutaan hingga 2 jutaan dirinya bisa membuka iPhone tanpa kesulitan. Alat tersebut yakni bernama IP box yang dijual bebas dipasaran untuk kebutuhan khusus bagi profesi tertentu, alat ini bekerja dengan cara melakukan simulasi dari kombinasi 4 angka yang dipakai pada iPhone, Dengan begitu smartphone berlambang buah Apple tergigit ini dapat terbuka dengan sangat mudah.


David memberikan saran untuk para pengguna iPhone agar memanfaatkan fitur kode 6 digit sehingga begitu sulit untuk membobolnya. Selain itu, dirinya juga berpesan agar mengaktifkan fitur penghapusan keseluruhan konten setiap 10 kali gagal memasukan kode.
Nah, bagaimana Jerukers? Apa kamu masih meggunakan 4 digit passcode?

Ini Dia Wujud Dari iPhone 7 ‘Tiruan’ Dengan Spek Gahar

Jeruknipis News Image 145510020387092921013713599178.jpg

Kurang lengkap rasanya sebuah smartphone flagship tidak dibarengi dengan produk Kloning. Vendor smartphone China yang memiliki nama cukup nyeleneh yakni GoApple digadang-gadang tengah menyiapkan smartphone yang Apple sendiri pun belum merilisnya.
Adalah GooApple i7 dibuat untuk mengkloning iPhone 7 yang sejatinya Apple saja belum meluncurkannya, produk ini rencananya bakal meluncur sebelum kedatangan iPhone 7. Demikian sebagaimana dikutip JerukNipis dari GizmoChina, Selasa, (5/1/2016).

Spesifikasi yang diungkap untuk iPhone 7 tiruan ini cukup menggiurkan yakni mengusung jeroan chipset Mediatek Helio P10 berdampingan dengan RAM 4GB serta internal memori seluas 128GB. Bodinya juga cukup tipis dengan balutan logam disekujur tubuhnya.
Pada kamera utamanya dijejali dengan resolusi 16MP serta baterai berkapasitas besar berdaya 3100mAh. GooApple i7  berjalan diatas Android Marshmellow yang juga mengkloning tampilan UI iOS 9 agar lebih ‘terasa’.
Sayangnya belum ada informasi harga untuk GooApple i7. Mungkinkah bakal beredar di Tanah Air, layaknya iPhone-iPhone Kloning terdahulu?

JN/LS

Waduh! Microsoft Cortana Dapat Pelecehan Seksual, Begini Cara Dia Melawannya

Jeruknipis News Image 721605256648391161117594415057.jpg
Tidak mesti warna kulit atau ras tertentu yang mengalami pelecehan seksual, bahkan di era digital saat ini tidak selalu manusia yang dilecehkan secara seksual. Cortana, asisten virtual di di platform Windows 10 tak luput menjadi objeknya.
Deborah Harrison, seorang penulis editorial di divisi Cortana dari Microsoft mengatakan Cortana yang memiliki suara perempuan itu ternyata menjadi objek dari pikiran kotor pengguna, seperti diungkap dalam DigitalTrends. Menurut Harrison, bahwa fitur bantuan mesin ini dibombardir dengan beberapa pertanyaan yang menjurus pelecehan.
Fakta ini memang tidak bisa ditampik, karena masalahnya bahwa sebagian besar suara AI (artificial inteligent) untuk fitur asisten digital menggunakan suara perempuan yang sangat menarik untuk didengar, di mana Cortana sendiri menggunakan pengisi suara Jen Taylor. Sementara wanita maya tersebut memang sangat jelas sosoknya adalah perempuan dan diwakili pula oleh avatar perempuan.
Selain asisten pribadi Microsoft Cortana, ada juga AI seperti Apple Siri dan Amazon Alexa. Bahkan di Hollywood, sistem operasi masa depan akan dideskripsikan menggunakan gerakan aktris Scarlett Johansson. Ya, AI di masa kini memang dirancang cerdas dan mampu berinteraksi secara sosial kepada pengguna perangkat.
Namun di luar isu stereotip gender AI yang menggunakan figur perempuan, fakta lainnya bahwa semua pengguna perangkat digital baik laki-laki atau perempuan, ternyata memang merasa nyaman asisten digital yang membantu mereka adalah seorang perempuan.
Ketika Cortana pertama kali diluncurkan pada tahun 2014, banyak pertanyaan awal yang menanyakan tentang kehidupan seksnya. Tapi sekarang, tim di belakang AI Cortana berjuang melawan. Cortana digambarkan sebagai seorang wanita sejati dari abad ke-21, dan dia tidak akan mau menjawab omong kosong apapun itu.
“Jika Anda mengatakan hal-hal tidak senonoh kepada Cortana, dia akan marah. Itu bukan jenis interaksi yang ingin kita dorong,” kata Harrison saat berbicara di forum Re•Work virtual assistant summit di San Francisco.
Untuk memerangi perilaku semacam ini, Harrison dan tujuh penulis Microsoft lainnya bertugas menyelesaikan pekerjaan yang menurut dia menarik, yaitu menentukan bagaimana Cortana merespon pertanyaan dengan sangat berhati-hati.
Ketika Cortana tidak dapat menemukan apa yang dicari pengguna biasanya dia akan meminta maaf terlebih dahulu, namun kalau yang ditanyakan adalah hal kotor, Cortana tidak akan terus-menerus meminta maaf. Dan menurut Harrison, itu semua keputusan yang dibuat oleh tim Microsoft secara sadar.
Microsoft dalam menciptakan asisten virtual berikut dengan sosok figurnya, percaya bahwa yang akan berbicara pada asisten virtual ini merupakan orang-orang dengan pekerjaan sungguhan. Maka keyakinan ini menjadi alasan tim Microsoft Cortana ini dapat melawan masalah pelecehan yang secara langsung dialamatkan kepada tim tersebut.
Wah Jerukers, maka berhati-hatilah dengan pertanyaan kamu ketika meminta bantuan asisten virtual di perangkat ya.
(JN/LS)